Senin, Juni 19, 2017

Memahami Teknologi Komunikasi dari A-Z

Judul buku: Perkembangan Teknologi Komunikasi
Penulis: Nurudin
Penerbit: PT Raja Grafindo Persada
Edisi: I, April 2017
Tebal: vii-xv + 217
Peresensi: Mulyanto Utomo
Sumber: Solopos, 18 Juni 2017

Satu kalimat penting yang suka tidak suka atau senang tidak senang harus saya sepakati setelah membaca buku Perkembangan Teknologi Komunikasi tulisan Nurudin ini adalah:...sekuat apa pun kita menolak teknologi (komunikasi), pada akhirnya kita akan mengikutinya... itu!

Dalam Bab Implementasi Teknologi Komunikasi buku ini, Nurudin bercerita tentang bagaimana kawan dosennya yang semula berusaha keras untuk tidak memiliki akun facebook, akhirnya terjerumus juga. Bahkan dosen itu lebih khusuk ber-facebook ria dibanding kawan-kawannya yang bahkan sudah mulai bosan.

Menolak kehadiran teknologi (komunikasi) adalah sesuatu yang mustahil di era sekarang. Karena menurut Nurudin sistem sosial budaya di sekitar kita yang telah mengimplementasikan teknologi komunikasi jelas tidak bisa dilawan.

Cepat atai lambat, implementasi teknologi akan diterapkan di sekitar kita. Bukan kita ikut-ikutan, tetapi sistem di sekitar kitalah yang memaksa agar kita mengikutinya. Jika bersikeras menolak, maka konsekwensinya adalah Anda akan ketinggalan (halaman 76).

Readmore »»

Rabu, Mei 17, 2017

Buku Perkembangan Teknologi Komunikasi

Buku ini muncul untuk mengatasi kelangkaan bacaan tentang Perkembangan Teknologi Komunikasi sebagai buku teks wajib mata kuliah. Disamping itu, bisa dipakai bahan bacaan umum karena bahasan serta contoh yang digunakan disesuaikan dengan konteks teknologi modern saat ini. Meskipun berbicara tentang teknologi, namun karena ditulis memakai bahasa tutur, buku ini mudah dipahami.

Buku ini juga mengulas kesalahan pemahaman teknologi yang hanya dipahami sebagai perangkat keras (hardware) saja, padahal teknologi komunikasi itu juga perangat lunak (software). Sebagai kajian aktual buku ini layak dijadikan acuan bacaan masyarakat digital agar terus kritis pada dampak negatif teknologi. Karenanya, penulis buku ini menekankan pentingnya literasi teknologi komunikasi agar  pembaca tidak terjerembab pada ketergantungan teknologi.


Sasaran buku ini; mahasiswa penempuh mata kuliah Perkembangan Teknologi  Komunikasi tingkat sarjana dan master, praktisi teknologi komunikasi, peneliti,  peminat kajian komunikasi, dan siapa saja yang ingin melek dan  tetap kritis pada perkembangan teknologi komunikasi.


Buku ini bisa didapatkan di toko buku seluruh Indonesia.
pemesanan ke penulis plus tanda tangan dilayani di no WA: 085933146622 atau line: nurudinwriter
Readmore »»

Buku: Ilmu Komunikasi Ilmiah dan Populer

Berbeda dengan buku-buku pengantar Ilmu Komunikasi yang lain, buku ini ditulis secara ilmiah populer. Karenanya, bahasa yang digunakan sangat renyah, mengalir, dan mudah dipahami karena memakai bahasa tutur dan disertai banyak contoh. Bahkan saat memahami pesan tulisnya, Anda seperti membaca sebuah novel.


Penulis merasa terpanggil membuat buku ini karena tak sedikit buku-buku pengantar Ilmu Komunikasi dikemukakan menurut kemampuan penulisnya, bukan menyesuaikan pada pembacanya. Maka, tak heran jika buku-buku itu sebenarnya buku tingkat lanjut dengan memakai cover ada kata “pengantar”. Juga, buku-buku itu ditulis dengan hanya menerjemahkan apa adanya dari sumber aslinya, sehingga sering susah dipahami.


Sasaran buku ini; mahasiswa penempuh mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi, peserta matrikulasi program pasca sarjana, praktisi komunikasi, peneliti, jurnalis, peminat kajian komunikasi, dan siapa saja yang ingin pesannya mudah dipahami komunikan.


Buku ini bisa didapatkan di toko buku seluruh Indonesia.

Pemesanan juga bisa ke no WA: 085933146622 atau line: nurudinwriter (plus tandatangan penulis)



Readmore »»

Senin, Oktober 21, 2013

Involusi Perubahan Politik

Masyarakat kita akhir-akhir ini dibuat bingung dengan merebaknya kasus-kasus politik yang muncul silih berganti. Dengan kata lain, belum selesai sebuah kasus diproses atau diputus pengadilan sudah muncul kasus lain yang susul-menyusul. Ini belum termasuk proses perubahan dinamika politik menjelang Pemilu 2014.
Untuk menyebut contoh coba kita cermati lebih serius pemberitaan di media massa (cetak dan elektronik). Belum lagi kasus Century, Kasus konflik Partai Demokrat yang melibatkan MN,  AM dan AU tertangani,  sudah muncul kasus tangkap tangan Akil Mochtar (mantan ketua Mahkamah Konstitusi). Itu belum termasuk penyelesaian kasus Korupsi Kolusi dan nepotisme (KKN) yang menimpa dinasti Ratu Atut (Gubernur Banten).
Masyarakat bisa jadi bertanya, mengapa sampai begitu? Mengapa pula kasus-kasus itu muncul silih berganti menjelang Pemilu? Apa memang data-data yang terungkap baru ditemukan? Jawaban sederhana adalah karena semua itu kasus politik, sehingga ada kepentingan politik pula yang mengitarinya.
Readmore »»

Rabu, September 18, 2013

Vicky Prasetyo itu Cermin Wajah Kita

        Di tengah kemuakan atas intrik-intrik politik perebutan kekuasaan, kasus korupsi  yang kian merajalela, kepentingan rakyat yang kian terhambat penyalurannya muncullah Vicky Prasetyo. Orang yang bernama asli  Hendrianto itu langsung mendapat  perhatian luas masyarakat. Tidak saja di media sosial dan televisi, bahkan  bahasa khas yang digunakannya ditiru oleh masyarakat.  Kata-kata pilihan khasnya “statusisasi”, “labil ekonomi” atau “konspirasi”.   Orang boleh menggungat sikap “sok intelek”-nya , namun jangan lupa wajah Vicky itu bisa jadi cermin wajah kita sendiri.

Parodi kemunafikan
Sebenarnya, Vicky Prasetyo  bisa disejajarkan dengan pelawak intelek negeri ini. Ia telah membuat banyak orang terhibur bahkan secara alamiah dan tidak dibuat-buat. Melalui keluguan gayanya ia sebenarnya telah menyentak kesadaran banyak orang. Bahwa ada banyak hal yang hasih perlu dilakukan untuk negeri ini daripada sekadar saling menyalahkan dan saling mempertontonkan kebodohan.
Readmore »»

Twitter

Followers

Statistik

Adakah nama Anda di sini?


 

Google Analytics